<br />
<b>Notice</b>:  Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara <strong>tidak benar</strong>. Pemuatan terjemahan untuk domain <code>twentytwenty</code> dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan <code>init</code> atau setelahnya. Silakan lihat <a href="https://developer.wordpress.org/advanced-administration/debug/debug-wordpress/">Debugging di WordPress</a> untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in <b>/home/u1708446/public_html/add/onuka/sd/oldyanukata/blog/wp-includes/functions.php</b> on line <b>6121</b><br />
{"id":735,"date":"2013-06-28T01:58:40","date_gmt":"2013-06-27T18:58:40","guid":{"rendered":"http:\/\/yanukata.com\/?p=735"},"modified":"2013-06-28T01:58:40","modified_gmt":"2013-06-27T18:58:40","slug":"puppy-linux-rox-filer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/oyk.akuno.id\/blog\/puppy-linux-rox-filer\/","title":{"rendered":"Menata File di Puppy Linux Menggunakan ROX-filer File Manager"},"content":{"rendered":"<p>File manager sangat diperlukan pada setiap sistem operasi. Berfungsi untuk mengatur berkas, menata file musik, video, gambar atau yang lain ke forder atau kategori tertentu supaya lebih rapi dan mudah dicari jika hendak digunakan. Pada sistem operasi Windows kita mengenal Windows Explorer secara default tertanam di os. Antar muka Explorer pada setiap versi Windows terdapat perbedaan, terlihat lebih nyaman Seven dari pada XP namun tergantung juga pada selera pengguna, \ud83d\ude00<!--more--><\/p>\n<p>Kembali ke judul, kita akan sedikit belajar mengenai file manager di Puppy Linux yakni ROX-filer. ROX-Filer file manager sudah menggunakan antar muka grafis serta drag and drop menjadi kunci penting dalam file manager ini. Pembahasan selanjutnya saya menggunakan Windows Explorer pada Seven sebagai perbandingan karena banyak pemakainya.<\/p>\n<p>Pangkal dari ROX-Filer adalah <strong>\/<\/strong>\u00a0 (slash)\u00a0di dalamnya terdapat banyak directory dua yang saya soroti yaitu mnt (garis tepi warna biru) dan root (garis tepi warna merah) berikut screenshotnya:<\/p>\n<figure style=\"width: 391px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"ROX-Filer fie manager\" src=\"http:\/\/yanukata.files.wordpress.com\/2013\/06\/1-rox.png\" width=\"391\" height=\"178\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">ROX-Filer fie manager<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong><br \/>\nRoot<\/strong><br \/>\nRoot bisa dikatakan sebagai home dengan alamat <strong>\u02dc <\/strong>(tilde), jika pada Windows Explorer merupakan home user<br \/>\nC:\\Users\\Kompi [nama user] atau\u00a0\u00bb Computer\u00a0\u00bb Local Disk (C:)\u00a0\u00bb Users\u00a0\u00bb Kompi\u00a0\u00bb<br \/>\nBerisi folder downloads, applications, documents, file-sharing serta banyak lagi.<\/p>\n<p>Untuk mengakses root bisa klik icon file di desktop berupa <strong>gambar rumah<\/strong>\u00a0dapat juga melalui <strong>menu &#8211; filesystem &#8211; ROX-Filer file manager<\/strong>. Lihat penampakannya di bawah ini:<\/p>\n<figure style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Root - ROX-Filer\" src=\"http:\/\/yanukata.files.wordpress.com\/2013\/06\/2-root.png\" width=\"400\" height=\"324\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Root &#8211; ROX-Filer<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>mnt<br \/>\n<\/strong>Sekarang kita ke mnt, ini wajib diketahui, \ud83d\ude00 di dalam mnt berisi partisi harddisk, flash disk, cd atau dvd rom. Agar file bisa terbaca oleh sistem komputer media penyimpanan berupa harddisk maupun flash disk harus di <strong>mount point terlebih<\/strong>\u00a0dahulu. Bila tanpa dimount langsung kita buka \/mnt\/ maka media penyimpanan tidak terlihat itu berati juga tidak dapat digunakan berbeda dengan Windows yang langsung terbuka.<\/p>\n<p>Cara mount yang mudah dengan <strong>klik shortcut drive<\/strong> biasanya di kiri bawah, misal komputer dengan satu harddisk menggunakan nama \u00a0<strong>sda1, sda2, sda3 <\/strong>angka dibelakang sda merupakan penunjuk partisi, tergantung berapa jumlah partisinya. Sedangkan flash disk sdb, sdc dan seterusnya. \u00a0Lebih jelasnya lihat gambar:<\/p>\n<figure style=\"width: 394px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"mnt harddisk\" src=\"http:\/\/yanukata.files.wordpress.com\/2013\/06\/3-mnt.png\" width=\"394\" height=\"357\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">mnt harddisk<\/figcaption><\/figure>\n<p>Keterangan : Pada sda dan sdb ada bulatan warna hijau berarti sudah mount siap untuk digunakan, saya menggunakan Puppy Linux Live USB pada komputer dengan sistem operasi Windows terinstall di harddisk, sda1 : file booting Windows, sda2 : local disk C, sda5 : drive D, sda6 : drive E. sdb2 : partisi flash disk ke 2, partisi pretama saya gunakan sebagai sistem Lupu.<\/p>\n<p>Sebagai catatan lain pada Puppy Linux memakai single click mouse, sekali klik pada folder atau file maka langsung terbuka tidak seperti Windows yang biasanya menggunakan double click. Ini hanya masalah pengaturan mouse saja.<\/p>\n<p>Terima kasih sudah membaca.<br \/>\nSemoga bermanfaat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>File manager sangat diperlukan pada setiap sistem operasi. Berfungsi untuk mengatur berkas, menata file musik, video, gambar atau yang lain ke forder atau kategori tertentu supaya lebih rapi dan mudah dicari jika hendak digunakan. Pada sistem operasi Windows kita mengenal Windows Explorer secara default tertanam di os. Antar muka Explorer pada setiap versi Windows terdapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-735","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-linux"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/oyk.akuno.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/735","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/oyk.akuno.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/oyk.akuno.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/oyk.akuno.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/oyk.akuno.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=735"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/oyk.akuno.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/735\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/oyk.akuno.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/oyk.akuno.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=735"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/oyk.akuno.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}